Pinned Post

Review Film Sore: Istri dari Masa Depan — Drama Romantis Time Travel yang Menyentuh Hati

Gambar
Film Sore: Istri dari Masa Depan — Drama Romantis Time Travel yang Menyentuh Hati Pendahuluan Dunia perfilman Indonesia kembali menunjukkan kelasnya dengan hadirnya film Sore: Istri dari Masa Depan, sebuah adaptasi dari web series yang dahulu viral dan kini sukses di layar lebar. Film ini membawa tema yang jarang digarap dengan serius di perfilman lokal: time travel romantis, dibalut dengan emosi yang dalam dan sinematografi yang kuat. Film ini bukan hanya sukses secara jumlah penonton, tetapi juga berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi banyak penikmat film Tanah Air, terutama kalangan muda yang terbiasa dengan narasi cinta yang kompleks dan emosional. poster-sore-matahari-terbenam.webp Trailer YouTube: SORE:ISTRI DARI MASA DEPAN Sinopsis Film Sore: Istri dari Masa Depan Premis Cerita Mengambil latar di Jakarta masa kini, Sore: Istri dari Masa Depan bercerita tentang Jonathan (diperankan oleh Dion Wiyoko), seorang pria ambisius yang suatu hari bertemu dengan wanita bernama Sore (dip...

Trailer Resmi Qodrat 2 (2025): Kembalinya Ustadz Qodrat dalam Pertarungan Melawan Iblis

Qodrat 2 (2025): Pertarungan Terakhir Ustadz Qodrat Melawan Kegelapan


Pemeran Vino G. Bastian Acha Septriasa Della Dartyan Donny Alamsyah Hana SaraswWATI SINOPSIS :Setelah pertempuran sengit melawan Assu’ala di film pertama, Ustadz Qodrat (Vino G. Bastian) melanjutkan perjalanannya mencari istrinya, Azizah (Acha Septriasa), yang mengalami depresi setelah menyerahkan dirinya pada kekuatan jahat demi menyelamatkan putra mereka, Alif. Azizah yang sempat dirawat di rumah sakit jiwa akhirnya keluar dan bekerja di sebuah pabrik pemintalan. Namun, pabrik tersebut menyimpan rahasia kelam. Teror mulai terjadi, satu per satu pekerja hilang secara misterius. Tersebar gosip bahwa pemilik pabrik melakukan ritual iblis dan bahwa para pekerjanya terikat kontrak darah. Bahkan, pernah terjadi kesurupan massal di dalamnya. Ustadz Qodrat harus kembali menghadapi kekuatan gelap yang lebih kuat dari sebelumnya, membawanya pada pertarungan iman dan fisik yang jauh lebih berat.[2][3]

Qodrat 2” merupakan sekuel dari film horor religi sukses “Qodrat”, yang melanjutkan perjuangan Ustaz Qodrat dalam melawan kekuatan jahat. Kali ini, ia dihadapkan pada iblis yang lebih kuat dan teror yang menghantui sebuah desa terpencil. Dengan kekuatan ruqyah dan iman yang diuji, film ini menyuguhkan kisah penuh ketegangan, spiritualitas, dan aksi pengusiran jin yang dramatis.


Poster Qodrat dan Azizah dikelilingi bayangan hitam misterius, menunjukkan elemen horor dan eksorsisme film Qodrat 2.
qodrat-azizah-bayangan-horor-qodrat2.webp



Trailer Resmi




Informasi Film
Judul: Qodrat 2
Sutradara: Charles Gozali & Imron Ayikayu  
Produser: Linda Gozali Arya  
Penulis Skenario: Gea Rexy, Asaf Antariksa, Charles Gozali  
Sutradara Fotografi: Hani Pradigya I.C.S  
Komposer Musik & Sound Design: Aria Prayogi & Rahadian Winursito  
Sutradara Aksi & Koordinator Stunt: Charles Gozali J.C.C.A.T & Jonathan Ozoh  
Konsultan Islami: Dr. Ngatawi Al‑Zastrouw & Ustad Isman Willyana  
Produksi: Magma Entertainment, Rapi Films, Legacy Pics, Astro Shaw, Ideosource, Beacon Films, Virtuelines, Caravan Studio  
Durasi: 115 menit  
Rilis: Premiere 21 Maret 2025, Indonesia; tayang di bioskop sejak 31 Maret 2025, berikut Malaysia, Brunei, dan Singapura (17 April 2025)  
Rating: MP‑13 (Indonesia) / M18 (Singapura)  

Pemain inti:
Vino G. Bastian (Ustadz Qodrat)  
Acha Septriasa (Azizah)  
Donny Alamsyah (Sukardi)  
Della Dartyan (Purwanti), Hana Saraswati (Murni)  
Septian Dwicahyo (Safih)  


Sinopsis & Isi Film

Film dimulai dengan kilas balik dari eksorsisme di Qodrat 1, saat Alif (putra Qodrat) dirasuki As’-Su’ A’la. Dalam prosesnya, Azizah secara tragis mengorbankan imannya karena dijebak oleh demon minion Zhaduq: demi menyelamatkan Qodrat, namun Alif meninggal. Dampaknya: Azizah depresi dan dirawat di rumah sakit jiwa, sementara Qodrat terbebas dari penjara dan kembali ke kota asalnya .

Qodrat menyusuri jejak Azizah—menemukannya bekerja di sebuah pabrik pemintalan tekstil bernama Benang Emas. Di sinilah konflik utama berkembang. Ia bertemu Sukardi yang mencari istrinya (Murni) dan adik iparnya (Purwanti) yang hilang. Ternyata, di pabrik terjadi ritual pesugihan dan pembunuhan pekerja, dikendalikan oleh dukun Safih, melibatkan talisman dan ritual hitam—seperti pemakaman kepala kerbau hitam di fondasi .

Ketegangan meruncing ketika Sukardi ikut dirasuki demon Syaqwan dan hampir bunuh diri; diselamatkan oleh Qodrat yang mengekorsnya dan menghancurkan jimatnya . Memasuki pabrik, Purwanti lolos dari sekapan, sementara Azizah tertawan. Qodrat dan Sukardi kembali untuk menyelamatkan, namun Safih memenjarakan Qodrat dan hendak mengorbankan Azizah.

Puncak keharuan dan aksi terjadi: Qodrat mematahkan talisman di pakaian Azizah, mengusir Zhaduq, diikuti pemberontakan massal para buruh. Posisi Safih digoyang, altar ritual dihancurkan, dan pabrik runtuh. Film ditutup lewat doa Qodrat dan Azizah, bertanya-tanya apakah kegelapan benar telah berlalu .

Azizah mengenakan hijab dan mengangkat tangan dalam doa dengan ekspresi pasrah, di poster resmi Qodrat 2.
azizah-berdoa-poster-resmi-qodrat2.webp




Fakta & Industri

1. Kesuksesan Box Office

350 ribu penonton dalam 3 hari, 1 juta dalam seminggu, 1,7 juta dalam 10 hari, dan > 2 juta di minggu kedua .

Menempatkan Qodrat 2 sebagai salah satu film Indonesia dengan penonton lebih dari 2 juta .

Dorongan dari Kemenparekraf untuk mendukung distribusi internasional: direncanakan tayang di 9 negara, dimulai Malaysia (17 April 2025) dengan 72 327 penonton pertama hari itu .

2. Produksi & teknis:

Pembangunan 28 set khusus, termasuk pabrik, penjara, dan terowongan, menjangkau ± 1.000 m² .

Lokasi syuting utama di Pangalengan, Bandung .

Konsultasi intens dengan ahli NU dan raqis untuk menjaga akurasi keagamaan dan budaya Javanese dalam adegan eksorsisme .

Racikan visual/demon design dan makeup efek khusus diapresiasi tinggi .

3. Trivia unik:

Beberapa artis/stat it aktor yang memerankan pekerja di pabrik benar-benar mengalami kesurupan saat syuting, dan kru sempat mengira itu hanya akting—hingga raqis harus turun tangan .

4. Sequel & universe:

Sutradara menyuarakan kemungkinan Qodrat 3 . Namun banyak pengamat menilai fondasinya masih goyah jika tidak diperkuat naskah .


Kritik & Pendapat Publik

Pendapat Media

Hype.my: Visual dan desain demon keren, tapi tema banyak dan kurang fokus—menjadikannya kurang menakutkan .

Montasefilm (Himawan Pratista): Visual naik signifikan, set pabrik detail, tapi narasi masih lemah, banyak plot dipaksakan dan kurang ada kedalaman di perkembangan karakter .

The Weekender (JP): Menilai film ini sebagai crowd-pleaser yang tepat untuk Idul Fitri, melanjutkan kesuksesan film pertama yang jadi box office ke-10 tahun sebelumnya .


Ulasan Penonton (IMDb & Letterboxd)

Adam Putra (IMDb)

> “Qodrat 2 is an absolute blast from start to finish. Bigger, bolder, scarier... as well‑made as the original. The sound, music and visuals are most impressive.”  

Fitrin Arlinda:

> “Gokill akting Acha pas sholat taubat bikin merinding… horror-nya nggak se gokil yang pertama, tapi adegan action-nya seru, bikin merenung ingat keimanan dan Allah!”  

Roséanne Park:

> “Qodrat 2 [The Unholy 2] presents significant improvements in terms of production… action scenes lebih fluid, meski klimaks akhir terasa kurang menggigit.”  

Pendapat lain bervariasi, dari skor tinggi (★★★½ – ★★★★) hingga kritikus konservatif yang menyebut penurunan kualitas narasi dan antiklimaks .

Poster ilustrasi Qodrat dan Azizah dengan latar merah membara, menghadapi teror ghaib dalam film Qodrat 2.
poster-qodrat-azizah-ilustrasi-qodrat2.webp




Pendapat Pribadi

1. Atmosfer Visual & Teknis

Peningkatan produksi sangat nyata. Set pabrik yang luas, sinematografi moody gelap natural, efek suara dan musik mendukung tensi. Make‑up demon Zhaduq, Syaqwan, dan masa mesin berat di pabrik terlihat meyakinkan. Memang tak sempurna, tapi terasa seperti upgrade dari film pertama .

2. Narasi & Tema

Film membelah diri antara dua tema utama: horor dan sosial-religius (esksistensialisme, buruh, eksploitasi pabrik, hak pekerja perempuan). Konsepnya ambisius⁠—tetapi eksekusi kurang fokus. Banyak subplot terasa sebagai filler, sementara inti cerita antara Qodrat & Azizah—yang paling emosional—kadang terkalahkan oleh kerumitan pabrik.

3. Karakter & Akting

Vino G. Bastian konsisten kuat sebagai Qodrat yang tegar.

Acha Septriasa tampil menyentuh saat mengalami pertentangan iman, terutama scene taubatnya sangat mengena (sebagaimana di-highlight penonton) .

Donny Alamsyah (Sukardi) memberi energi, tapi karakternya terasa terlalu cepat dekat dengan Qodrat tanpa pemicu emosional penuh.

Pemeran pendukung (Purwanti, Murni, Safih) ada yang berhasil, tetapi banyak yang kurang berkembang perannya.

4. Aksi & Horor

Adegan eksorsisme dan chase di pabrik menarik, tapi pacing kadang jatuh di tengah. Tidak ada banyak jump‑scare ekstrem, tapi suasana seram dibangun lewat desain demon dan musik. Namun, dibanding film pertama, Qodrat 2 lebih condong ke action-drama daripada horor murni .

5. Keseluruhan

Film layak ditonton—terutama penggemar film Indonesia, dan mereka yang menikmati horor religius berpadu tema sosial. Namun, harapan untuk sekuel yang benar-benar superior dari ori mungkin belum tercapai. Naskah perlu lebih fokus jika ingin membangun "universe" yang solid.


Kelebihan & Kekurangan

Kelebihan Kekurangan

Visual & set produksi lebih matang Narasi terlalu banyak subplot
Efek & desain demon keren Kedalaman karakter belum merata
Acha Septriasa tampil emosional Klimaks terasa agak antiklimaks
Eksorsisme & musik kuat membangun religi Arah cerita sprawl dan pacing tidak konsisten
Pesan sosial pekerja & spiritual menarik Beberapa adegan terasa klise action komedi ala Hong Kong  

Kesimpulan & Penutup Blog

Qodrat 2 tampil sebagai sekuel penuh ambisi: visual dan produksinya meningkat signifikan, mendekati perfilman Hollywood lokal; aktingnya menyentuh—terutama sosok Qodrat & Azizah; dan tema sosial-religi begitu bernuansa.

Namun, film ini juga terjebak dalam “terlalu banyak ide”: upaya menambahkan tema buruh, ritual hitam, pemberontakan massal, eksorsisme, dan hubungan suami-istri, membuat fokus film terkadang tersebar. Ekspektasi sebagai horor murni tak sepenuhnya terpenuhi—hanya beberapa adegan seram yang berhasil.

Apakah layak ditonton?

Ya, jika Anda penggemar film horor religius yang mengandung tema moral dan sosial. Atmosfer, akting, dan efek demon akan menyenangkan banyak penonton.

Tidak, jika Anda mencari horor mendalam atau cerita karakter berkembang solid tanpa gangguan subplot. Film ini terasa seperti babak pertengahan yang masih perlu disempurnakan.


Rekomendasi pribadi:

Tonton film Qodrat 1 terlebih dulu agar menghargai perkembangan karakter Qodrat dan memahami latar peristiwa Alif—karena Qodrat 2 banyak merujuk ke trauma emosional dan spiritual dari film pertama .

Rating akhir pribadi: 3 / 5⭐
Kekuatan visual dan tema yang relevan membuatnya berkesan, tetapi narasi masih bisa diperbaiki.


Adegan Azizah berteriak memanggil Alif saat wajahnya muncul di balik pintu rusak dalam film Qodrat 2.
azizah-teriak-pintu-qodrat2.webp



 Penutup & Harapan ke Depan

Qodrat 2 membawa harapan besar bagi perfilman horor Indonesia—menampilkan produksi skala besar, visual berkualitas, dan keberanian mengangkat tema sosial. Namun untuk membentuk “cinematic universe” yang kokoh, Qodrat 3 perlu memperkuat struktur cerita dan kedalaman karakter.

Semoga sequel selanjutnya stagged story dengan fokus, agar Qodrat benar-benar menjadi ikon sinema horor-religius kelas dunia. Sepanjang minggu ini, bioskop masih ramai menayangkan Qodrat 2—jadi jika Anda penasaran, ini saat tepat untuk nonton dan berdiskusi!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review film Gowok: Kamasutra Jawa – Eksplorasi Cinta, Tradisi, dan Seksualitas dalam Budaya Jawa

Review Deadpool & Wolverine (2024): Kolaborasi Brutal dan Kocak Duo Antihero Marvel

Trilerr Fast X (2023) – Aksi Balas Dendam di Balik Keluarga Toretto