Review Film Sore: Istri dari Masa Depan — Drama Romantis Time Travel yang Menyentuh Hati
| Trailer Resmi |
Film ini berlatar tahun 2015—setahun pasca insiden New York dan dua tahun sebelum kejadian Resident Evil 7 . Dua alur utama yang akhirnya menyatu adalah:
1. Leon Kennedy dikerahkan oleh DSO untuk menyelamatkan Dr. Antonio Taylor yang diculik. Dalam upaya penyelamatan, ia dikejar namun dihalangi oleh sosok misterius .
2. Chris Redfield, bersama Jill dan Rebecca, menyelidiki wabah zombie di San Francisco. Korban-korbannya diketahui pernah mengunjungi Alcatraz Island—pulau bekas penjara yang kini menjadi pusat penyebaran virus .
Kedua tim akhirnya berkumpul di Alcatraz dan menghadapi ancaman bermutasi dari strain baru T‑Virus dan monster laut berbahaya . Konflik memuncak ketika identitas sang misterius terungkap serta motif di balik penculikan Dr. Taylor.
Aspek Visual & Animasi
Kualitas CGI: Visual cemerlang dengan detail tajam, pencahayaan realistis, serta adegan aksi cepat yang dinamis. Adegan tembak‑menembak dan monster laut terlihat solid, menonjolkan kemampuan studio animasi Quebico & TMS .
Desain Monster & Atmosfer: Makhluk mutan di laut dan Alcatraz terasa menyeramkan—cocok untuk genre horror-biopunk, meskipun di beberapa adegan mungkin masih terlihat kaku.
Penyampaian Cerita Lewat Visual: Pola editing cepat mendukung nuansa cepat dan intens, namun banyak dialog berat yang bisa terlihat kurang natural dipadukan dengan CGI.
Musik & Suara
Komposer: Rei Kondoh
Skor Musik: Mendukung suasana tegang dan mendramatisasi momen penting. Bagi penggemar seri, elemen musik ini terasa familiar, meski tidak semenarik karya musik videonya sendiri.
Detail Produksi
Sutradara: Eiichirō Hasumi
Penulis: Makoto Fukami
Studio: Quebico & TMS Entertainment
Distributor: Kadokawa (Jepang), Sony Pictures Home Entertainment (global)
Durasi: 91 menit
Rilis: 7 Juli 2023 di Jepang; 25 Juli 2023 untuk rilis digital dan fisik secara global
Alur Cerita
Film ini berlatar pada tahun 2015, di mana agen DSO Leon S. Kennedy ditugaskan untuk menangkap Dr. Antonio Taylor di San Francisco. Namun, misi ini berubah menjadi penyelidikan terhadap wabah T-virus yang misterius. Sementara itu, Chris Redfield dan tim BSAA menyelidiki serangkaian infeksi yang semuanya terkait dengan kunjungan ke Penjara Alcatraz. Para karakter utama akhirnya bersatu untuk menghadapi ancaman baru yang lebih mematikan.
Matthew Mercer sebagai Leon S. Kennedy
Kevin Dorman sebagai Chris Redfield
Nicole Tompkins sebagai Jill Valentine
Stephanie Panisello sebagai Claire Redfield
Erin Cahill sebagai Rebecca Chambers
Daman Mills sebagai Dylan Blake
Cristina Vee sebagai Maria Gomez
Frank Todaro sebagai Dr. Antonio Taylor
Salli Saffioti sebagai Ingrid Hunnigan
Lucien Dodge sebagai JJ
Premiere di Singapura: 22 Juni 2023
Rilis di Jepang: 7 Juli 2023
Tersedia di Blu-ray & Digital: 25 Juli 2023
Tayang di Prime Video: Mulai 30 November 2024
![]() |
| resident-evil-death-island-aksi-tim.webp |
Ulasan dan Penerimaan
Film ini menerima beragam ulasan dari kritikus. IGN memberikan skor 6/10, menyebutkan bahwa film ini memiliki aksi yang kuat namun kurang dalam dialog. Bloody Disgusting memberikan tiga dari lima bintang, menyatakan bahwa film ini adalah pertemuan solid dari karakter game dan film, dan dalam beberapa hal, melampaui tiga film sebelumnya. Paste memberikan skor 4.5/10, menyebutkan bahwa film ini adalah varian yang kurang kuat dari aksi-horor yang telah dikembangkan oleh Resident Evil selama bertahun-tahun.
Merchandise dan Rilis Fisik
Film ini tersedia dalam format DVD, Blu-ray, dan 4K Blu-ray. Beberapa produk terkait yang dapat Anda temukan di pasaran antara lain:
![]() |
| resident-evil-death-island-dvd-cover.webp |
Kesimpulan Review
Resident Evil: Death Island adalah tontonan CG action-horror yang memuaskan penggemar lama karena:
Aksi memikat dengan CGI mumpuni
Karakter utama ikonik—Leon, Chris, Jill, dan Claire
Plot pulau Alcatraz yang menambah nuansa locked‑in pandemic horror
Namun, film ini juga mengandung:
Dialog yang terasa flat
Pengembangan beberapa karakter terasa dangkal
Formula cerita
Bagi penggemar franchise yang menyukai nostalgia dan karakter‑based action, film ini layak ditonton di malam relaksasi. Jika kamu mengutamakan naskah dalam, varian Resident Evil ini mungkin terasa kurang dalam aspek ini.
Rating Akhir (Skala 10)
Cerita & Penulisan: 6/10
Karakter: 7/10
Visual & Musikalitas:
8/10
Keseluruhan Hiburan: 7/10
![]() |
| resident-evil-death-island-poster-utama.webp |
Penutup & Opini Pribadi
Secara keseluruhan, Resident Evil: Death Island berhasil membawa kembali kenangan horor penuh adrenalin yang selama ini digaungkan oleh para penggemar franchise ini. Inti cerita yang menegangkan, aksi karakter-karakter ikonik yang kembali beraksi, dan atmosfer tropis yang kontras dengan suasana mencekam saling berpadu dengan baik. Meskipun ada beberapa momen “cliched” khas film aksi zombie—seperti heroisme berlebihan atau ledakan dramatis yang hampir selalu diprediksi—film ini tetap mampu menyajikan pengalaman tontonan yang menghibur.
Bagi saya pribadi, kekuatan terbesar Death Island terletak pada kemampuannya mengemas nostalgia tanpa terjebak menjadi sekadar flimsy homage. Karakter seperti Chris Redfield, Leon S. Kennedy, dan Claire Redfield tampil lebih matang, menunjukkan perkembangan—baik dari sisi fisik maupun emosional—yang membuat mereka terasa manusiawi, bukan hanya sekadar pejuang melawan infeksi. Musik latar yang mendukung atmosfer, efek visual yang memadai, serta pengambilan gambar dari sudut pandang karakter utama kian menguatkan intensitas cerita.
Namun, kalau kamu mengharapkan sesuatu yang benar-benar revolusioner, film ini mungkin terasa seperti “update” daripada “upgrade”. Bagi penggemar berat Resident Evil yang menanti sesuatu yang mengubah paradigma, mungkin ada sedikit rasa kurang puas. Tapi, jika kamu datang dengan ekspektasi menikmati tontonan aksi-horor yang solid, Death Island sudah mencapai apa yang dijanjikan: menghibur tanpa kompromi dan penuh adrenaline.
Intinya, Resident Evil: Death Island bukan sekadar pengingat kenangan lama, tapi juga bukti bahwa franchise ini masih punya tenaga untuk menggetarkan layar lebar. Jadi, siapkan popcorn dan nyalakan lampu redup—siapkan dirimu untuk dibawa dalam petualangan mematikan yang tak pernah kehilangan hastag “survival horror”.
Komentar
Posting Komentar