Security Ugal-Ugalan (2017): Aksi Kocak Satpam Gagal yang Siap Mengocok Perut
Security Ugal-Ugalan adalah film komedi Indonesia yang dirilis pada 19 Januari 2017. Disutradarai oleh Irham Acho Bahtiar dan diproduksi oleh MD Pictures, film ini menampilkan aktor legendaris Indro Warkop bersama para komedian dan artis muda tanah air.
.webp) |
| adegan-komedi-security-ugal-ugalan.webp |
Pendahuluan
Security Ugal‑Ugalan adalah film komedi Indonesia yang dirilis pada 19 Januari 2017. Film ini diproduksi oleh MD Pictures dan disutradarai oleh Irham Acho Bahtiar, yang juga dikenal lewat film seperti Lost in Papua dan Epen Cupen the Movie . Film berdurasi sekitar 98 menit ini dibintangi oleh Indro “Warkop”, Lolox, Muhadkly Acho, Sadana Agung, Alexa Key, Dimas Beck, serta Duo Serigala (Pamela Safitri & Ovi Sovianti), dengan Henky Solaiman dan almarhumah Julia Perez sebagai pendukung . Dalam genre komedi slapstick ala Warkop DKI, Security Ugal‑Ugalan menyajikan humor klasik digabungkan lelucon kekinian – dengan fokus pada satpam tak terduga yang harus beraksi heroik.
Sinopsis Lengkap
Megapolitan Security adalah perusahaan jasa keamanan yang dipimpin oleh Komandan Indro (Indro Warkop) . Di tengah tren perekrutan pegawai baru, masuklah empat karakter utama:
1. Lolox – satpam buncit dan pemalas, gemar makan.
2. Acho – usil, senang mengerjai rekan kerjanya.
3. Dana (Sadana Agung) – polos dan romantis; jatuh cinta pada Angela.
4. Angela (Alexa Key) – satpam muda, cantik, tomboy, dan anak dari pemilik perusahaan, Pak Sam (Henky Solaiman) .
Sedangkan Alan (Dimas Beck) adalah satpam senior, tampan namun ambisius. Alan juga tertarik pada Angela dan terlibat konflik cinta segitiga dengan Dana . Ketika Kelvin mencurangi reputasi Dana, Komandan Indro pun mencopot jabatan Alan. Merasa dipermalukan dan kehilangan semuanya, Alan tak terima — ia menculik Angela sebagai balas dendam .
Tim satpam “ugalan” yang tersisa—Lolox, Acho, Dana, dan Indro—pun turun tangan menyelamatkan Angela, melalui berbagai adegan slapstick penuh tawa, kekonyolan gila, serta beberapa adegan referensial ala Chips (1982) dan Bebas Aturan Main (1993) .
 |
| poster-security-ugal-ugalan-2017.webp |
Fakta Film dan Produksi
Tanggal Rilis: 19 Januari 2017
Sutradara: Irham Acho Bahtiar
Produser: Dhamoo Punjabi
Penulis Skenario: Ferdy K dan Hilman Hariwijaya
Durasi: 98 menit (1 jam 38 menit)
Produksi: MD Pictures
Klasifikasi Usia: 13+
Penata Musik: Indra Qadarsih
Sinematografer: Yoyok Budi Santoso
Penyunting: Indra W. Kurnia
Proses Produksi
Film ini melalui tiga kali workshop naskah, sebelum pengambilan gambar yang dilakukan selama 16 hari . Biayanya tidak dipublikasikan, tetapi film ini berhasil meraih 500.000 penonton dan pendapatan Rp 19,7 miliar hingga semester pertama 2017 . Film ini menempati urutan ke-9 dalam pendapatan box office domestik pada periode Januari–Juni 2017, dengan jumlah penonton menjulang hingga 635.000, meski masih dibawah Promise yang sukses meraih 635.000 penonton .
-Analisis & Opini Pribadi
Konsep & Stigma yang Dihadirkan
Security Ugal‑Ugalan membawa gagasan unik: satpam yang tak ideal—bertubuh buncit (Lolox), berperilaku usil (Acho), atau polos (Dana)—justru bisa menjadi pahlawan . Ini menantang stigma bahwa satpam harus kuat, protektif, atau sangar. Alih-alih, film ini mengatakan bahwa keberanian dan kinerja lebih penting daripada penampilan fisik.
Gaya Humor
Film ini sangat menggantung pada komedi slapstick ala Warkop DKI, lengkap dengan referensi film klasik. Adegan kejar ban serep, pencucian rambut lucu, serta interaksi tanpa nalar mendominasi . Ada beberapa adegan yang lucu—terutama akting spontan Lolox—tapi alur guyonan banyak yang terasa klise dan setengah matang, menurut beberapa kritikus .
Penokohan & Akting
Indro Warkop masih memancarkan kharisma khas ‘Komandan Indro’: bawel, tegas, namun lucu .
Lolox mencuri perhatian sebagai komedi akses—adegan-adegan makanan atau tubuh buncitnya sukses membuat beberapa tawa spontan.
Acho dan Dana cukup seimbang, meski karakter romantis Dana terasa datar dan tergantung pada konflik cinta ala sinetron.
Dimas Beck menampilkan sisi ambisi yang cukup tegang, namun aktingnya masih terasa alami dan tidak berlebihan.
Alexa Key, dalam debut komedi filmnya, tampil cukup energik sebagai Angela; chemistry dengan Dua Serigala dan satpam lainnya terasa segar .
Duo Serigala membawa nuansa seksi & glamor; beberapa adegan kolam renang dituding menggandung unsur sensual bagi penonton remaja .
Henky Solaiman sebagai karakter ayah menambahkan bobot; cukup solid tapi minim dialog.
Julia Perez, sebagai dokter, menghadirkan kesan pendengar serius tanpa unsur komedi berlebihan.
Kelemahan
1. Naskah tipis & punchline standar: Banyak komentar menyebut skrip dan joke hanya setengah matang .
2. Kisah kurang konsisten: Penceritaan cenderung sketsa, tidak membangun konflik mendalam .
3. Referensi film lama: Sering muncul duplicative gag—bagi yang tak familiar Chips atau Bebas Aturan Main, guyonan jadi terasa basi .
4. Eksploitasi sensualitas: Fokus pada penampilan seksi beberapa aktris terasa berlebihan dan tak relevan dengan plot .
5. Cinta segitiga dangkal: Konflik cinta Alan‑Dana‑Angela tidak dikembangkan lebih mendalam, malah jadi motivasi penculikan yang “meh”.
Keunggulan
1. Nostalgia Warkop DKI: Film ini menyasar penonton yang merindukan atmosfer slapstick klasik.
2. Chemistry aktor anyar: Beberapa akting stand-up comedian seperti Lolox, Acho sukses memberi energi segar.
3. Durasi cukup: 98 menit membuat tontonan tetap ringan, cocok untuk hiburan akhir pekan tanpa harus masuk bioskop.
4. Nilai komersial memuaskan: Meraup hampir 500 ribu–635 ribu penonton dan pendapatan Rp 19,7 miliar membuktikan film ini ‘cukup sukses’ secara pasar .
.webp) |
| angela-security-ugal-ugalan-2017.webp |
BACA JUGA:review film bidaah-episode
Opini Pribadi Saya
Sebagai penikmat komedi slapstick, saya menghargai semangat film ini untuk menghibur, bukan mendidik. Adanya Indro Warkop tentu memberi kenikmatan tersendiri—setidaknya lewat gaya ekspresinya yang melekat dalam memori publik. Namun, seiring film berjalan, terasa bahwa sayap kreatifnya terbatas. Dialog dan situasi terkadang terlalu “dipaksakan” agar membuat tawa, bukannya terbangun secara organik. Misalnya, konflik percintaan yang jadi pemicu penculikan kurang berdampak—alurnya lurus sekali.
Adegan referensial memang memancing nostalgia, tapi tanpa inovasi baru, efeknya justru terasa dekaden. Lukanya bertambah saat film melewatkan kesempatan untuk memberi kontrakan karakter lebih kaya; banyak tokoh tetap statis—hanya lucu atau keren tanpa arcs yang signifikan.
Namun, kalau Anda mencari film ringan dan tak berpihak pada nalar, Security Ugal‑Ugalan akan menghadirkan 30–40 menit tawa spontan. Lolox dan Acho sebagai duo satpam jadi magnet utama, apalagi saat adegan jenaka ringan seperti kejar ban atau interaksi kelakar di markas.
Film ini juga boleh diapresiasi karena meluruskan stigma bahwa satpam harus masker sangar. Saya cukup terkesan ketika film menampilkan karakter non‑fisikal—seperti Lolox—yang memiliki keberanian besar ketika dibutuhkan. Ini pesan moral yang positif: jangan nilai buku dari kulitnya.
Ringkasnya:
Bagi yang mencari nostalgia komedi ‘receh’ ala Warkop: film ini bisa jadi alternatif menarik.
Untuk yang mengharapkan storyline solid dan humor yang lebih segar: mungkin akan merasa kecewa.
Ulasan dari Kritikus & Penonton
Letterboxd (Galuh Maher): “Tidak ada yang fresh dari humor yang disajikan.” Rating ★½ .
SokReviewer: Mengkritik kualitas skrip dan joke; “dari puluhan joke… hanya satu yang lumayan bisa bikin senyum” .
MontaseFilm: Sebut plotnya inkonsisten, “komedi yang kurang menggigit” dan jualan efek ala Indro Warkop .
BookMyShow: Sebut film ini mengadopsi resep slapstick Warkop DKI; beberapa lelucon berhasil, beberapa malah gagal .
Secara umum, konsensus bahwa film ini memiliki kekuatan nostalgia & slapstick klasik, tapi disisi lain terlalu klise dan scripting-nya lemah.
Kesimpulan
Kelebihan:
Humor slapstick khas Warkop yang membawa nostalgia.
Performa LOL dari stand up comedian, khususnya Lolox dan Acho.
Mematahkan stereotype: satpam tidak harus tampan atau sangar.
Panjang film pas untuk tontonan santai.
Kekurangan:
Plot sederhana dan penokohan dangkal.
Joke banyak yang basi atau setengah matang.
Referensi komparatif yang hanya akan dihayati pemirsa tua.
Eksploitasi sensualitas pemain perempuan terasa tidak relevan.
Siapa yang akan menikmatinya?
Pecinta Warkop DKI klasik yang ingin nostalgia komedi ringan.
Penonton yang butuh hiburan singkat tanpa mikir keras.
Keluarga dengan anak remaja, meski harus awasi adegan sensual Duo Serigala.
Siapa yang sebaiknya melewatkannya?
Pecinta film dengan alur kompleks dan humor inovatif.
Penonton yang merasa cepat bosan dengan joke lama.
.webp) |
| tim-satpam-security-ugal-ugalan.webp |
Penutup
Security Ugal‑Ugalan hadir bukan untuk merevolusi genre atau meraih penghargaan karya film. Ia adalah hiburan ringan yang menjanjikan nostalgia, tawa spontan, dan sedikit perlawanan terhadap mitos tentang sosok satpam. Di tengah kekurangan naskah dan referensi klasik, film ini tetap berhasil menarik hampir setengah juta penonton dan menghasilkan puluhan milyar rupiah — bukti bahwa ada pasar untuk komedi “ugalan”.
Bagi saya, penontonnya harus punya harapan rendah tapi ekspektasi hiburan yang tinggi. Kalau itu terpenuhi—bahwa kita datang hanya untuk tertawa—film ini akan memberi momen menyenangkan di bioskop, atau saat diputar ulang di televisi.
Semoga artikel ini membantu kamu memutuskan: apakah Security Ugal‑Ugalan layak ditonton atau bisa dibiarkan lewat. Tinggalkan komentarmu jika sudah nonton—apakah kamu tertawa lepas, atau malah bengong menunggu punchline?
Rating Pribadi: 2,5 / 5 — cukup menghibur, tapi terasa banyak kesempatan hilang untuk menjadi lebih dari sekadar komedi ringan.
Komentar
Posting Komentar