Pinned Post

Review Film Sore: Istri dari Masa Depan — Drama Romantis Time Travel yang Menyentuh Hati

Gambar
Film Sore: Istri dari Masa Depan — Drama Romantis Time Travel yang Menyentuh Hati Pendahuluan Dunia perfilman Indonesia kembali menunjukkan kelasnya dengan hadirnya film Sore: Istri dari Masa Depan, sebuah adaptasi dari web series yang dahulu viral dan kini sukses di layar lebar. Film ini membawa tema yang jarang digarap dengan serius di perfilman lokal: time travel romantis, dibalut dengan emosi yang dalam dan sinematografi yang kuat. Film ini bukan hanya sukses secara jumlah penonton, tetapi juga berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi banyak penikmat film Tanah Air, terutama kalangan muda yang terbiasa dengan narasi cinta yang kompleks dan emosional. poster-sore-matahari-terbenam.webp Trailer YouTube: SORE:ISTRI DARI MASA DEPAN Sinopsis Film Sore: Istri dari Masa Depan Premis Cerita Mengambil latar di Jakarta masa kini, Sore: Istri dari Masa Depan bercerita tentang Jonathan (diperankan oleh Dion Wiyoko), seorang pria ambisius yang suatu hari bertemu dengan wanita bernama Sore (dip...

Trailer Sijjin (2023): Teror Santet dalam Cinta Terlarang

Sijjin (2023): Teror Santet dalam Cinta Terlarang


Pendahuluan

Sijjin (2023) adalah adaptasi film horor Indonesia dari franchise Turki populer Siccîn, disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan ditulis oleh Lele Laila—yang sebelumnya sukses lewat judul-judul seperti KKN di Desa Penari, Ivanna, dan Qorin . Film ini diproduksi kolaborasi antara Rapi Films, Sky Media, dan Legacy Pictures, dan dirilis di bioskop Indonesia pada 9 November 2023 .

Mengusung genre supernatural-teror, cerita berkisar pada Irma (Anggika Bolsterli) yang jatuh cinta pada sepupunya, Galang (Ibrahim Risyad), yang telah menikah dengan Nisa (Niken Anjani) dan memiliki anak, Sofia (Messi Gusti). Karena cintanya yang menolak ditolak, Irma menggunakan santet mematikan—ritual hitam yang menimbulkan bencana supernatural dalam lima malam berturut-turut . Namun, teror tersebut justru melahap semuanya, termasuk dirinya sendiri.


Cuplikan teaser film Sijjin 2023 dengan sosok wanita penuh darah bermata putih, merangkak di tangga dengan ekspresi mengerikan.
teaser-sijjin-sosok-horor.webp




Trailer Resmi Film Sijjin (2023)



Sinopsis 

Irma sejak remaja mencintai Galang, yang hanya menganggapnya sebagai sepupu biasa. Setelah bertahun-tahun, Galang menikah dengan Nisa dan membangun keluarga bahagia. Obsesi Irma tak berhenti; untuk memilikinya, dia menemui dukun dan mendapatkan mantra santet yang ditujukan pada keluarga Galang. Dalam 5 malam penuh, serangkaian kejadian mistis—kesurupan, gangguan roh, bahkan kematian—meneror satu rumah. Tanpa disangka, mantra tersebut juga berbalik melukai Irma sendiri.



Analisis Tema & Cerita

1. Obsesi Pernikahan dan Tabu Keluarga

Konflik utama bermula dari hubungan terlarang antara sepupu, sesuatu yang di banyak budaya termasuk Indonesia dianggap tabu. Irma tak hanya melanggar norma, tetapi juga moral dengan cinta obsesifnya pada Galang, yang telah menikah.

Adaptasi ini cukup berhasil memanfaatkan premis kontroversial tersebut sebagai bumbu dramatis. Namun, menurut KINCIR, premis dan elemen serem yang ditawarkan terasa biasa dan tidak istimewa, serupa dengan film horor Indonesia bertema santet sebelumnya  . Begitu juga sub-plot seperti sakit misterius ibu Galang atau bagaimana awal hubungan Irma-Galang terbentuk tidak dikembangkan secara memuaskan.

2. Adaptasi dari Siccin

Menurut Letterboxd dan The Arty Dans, adaptasi ini tetap dekat dengan versi Turki dari segi struktur plot, meski ada beberapa perubahan minor  . Fokus pada drama keluarga dan karakter perempuan dipuji, tetapi ada anggapan bahwa Lele Laila terlalu menekankan unsur religius, hingga terkesan ceramah daripada menyatu organik ke dalam cerita  .

Poster film Sijjin 2023 menampilkan jasad terbalut kain kafan dikelilingi makhluk berjubah putih dalam suasana menyeramkan.
poster-sijjin-kain-kafan.webp




Aktor & Akting

Niken Anjani sebagai Nisa

Penampilan Niken Anjani menjadi sorotan utama. Perannya sebagai Nisa yang terjerat santet dan mengalami kesurupan berhasil menciptakan atmosfer menakutkan lewat tatapan kosong dan ekspresi intens  . Menurut KINCIR, adegan-adegan ini membuat penonton merinding.

Anggika Bolsterli sebagai Irma

Sebagai pusat konflik, Irma diposisikan sebagai tokoh yang kompleks—obsesif dan tragis. Namun,setengah audiens menyebut karakternya “pathetic” karena reaksi emosinya yang dramatis berlebihan dan kurang simpati  .

Ibrahim Risyad dan Messi Gusti

Galang tampil sebagai sosok suami yang dilema, sementara Messi Gusti sebagai anak ‘korban situasi’ memberikan nuansa innocent yang menimpulkan kesan seram secara halus. Meskipun kehadiran Messi cukup minimal, hal ini tetap diakui menyumbang efek horor tersendiri  .


Atmosfer & Produksi

Setting & Makeup

Penggunaan setting tradisional—seperti rumah dukun—menciptakan suasana angker yang berhasil membangun ketegangan awal  . Efek visual dan makeup grotesk mendapat pujian dari epipap6 di Lemon8, yang memberi rating 4,5/5 pada tingkat keseraman, dipengaruhi oleh realism dan efek makeup yang memikat  .

Suara & Scoring

Sutradara dan tim scoring tampaknya mencoba membangun nuansa mencekam melalui scoring tegang dan pengambilan gambar yang cermat. Meski scoring berhasil menyumbang atmosfer, beberapa penonton menganggap musiknya terlalu dipaksakan, terutama saat backing religius muncul tiba-tiba  .

Jumpscare

Jump scare adalah komoditas utama dalam horor Indonesia, namun dalam Sijjin eksekusinya dikritik karena kurang efektif. Beberapa di antaranya terasa terlalu lambat dan berlebihan, bahkan ada kesan 'receh' karena efek fast-forward yang tidak mulus  .

Gore

Sebaliknya, adegan gore mendapatkan aplaus. Beberapa adegan darah dan tubuh mutilasi menyentak penonton secara lebih intens dibandingkan jump scare  . Intensitas visual ini berhasil memberikan sensasi ngilu yang tahan lama.



Kelebihan & Kekurangan

Kelebihan Kekurangan

Akting Niken Anjani yang mencekam  Cerita terlalu pasaran dan prediktif 
Efek gore yang nyata dan mengganggu Jump scare kurang menohok, malah terkesan receh 
Makeup & efek visual mendukung atmosfer Plot terasa lamban, terutama di pembuka 
Atmosfer mencekam lewat sound & sinematografi Pengembangan karakter kurang dalam, motovasi Irma tidak cukup dieksplorasi 
Adaptasi lokal dari franchise sukses Penekanan religius berlebihan bikin terasa seperti ceramah 

Adegan levitasi menyeramkan dari film Sijjin 2023 di mana seorang wanita melayang di hadapan para pria yang terlihat terkejut.
adegan-levitasi-sijjin.webp



Opini Publik

IMDb & Letterboxd

– IMDb: "Atmosphere is creepy, tension well-crafted, disturbing elements serve story, walau overboard"  
– Letterboxd: Not bad, with some solid jumps, gore benar-benar terasa, meski plot messy  

Reddit

Beberapa kelompok mengaku takut menonton karena menganggap ada mantra magic yang bisa membawa “kesialan” atau “possession” nyata  . Meski begitu, komentar satir dan skeptis juga muncul:

> “Not everyone aware of the context... Stop criticizing other's opinion”  
“Bro, don't watch it, you're gonna get possessed by a jinn.. /s”  



Media Lokal

– Indonesia Senang memberi nilai 7,5/10, memuji suasana seram, plot twist, dan makeup yang keren  
– The Arty Dans menyoroti religious overload namun memuji scoring, hallucinasi, gore-related intensity  


 Perbandingan dengan Siccin (Turki)

Franchise asli, Siccîn, terkenal karena daya horror-nya yang universal dan religious tone-nya yang dalam. Sijjin berusaha menerjemahkan konsep itu ke konteks Indonesia, tapi seringkali terjebak menjadi versi kurang matang. Versi lokal ini masih solid dari sisi atmosfer, namun kehilangan sebagian kekuatan orisinal seperti depth naratif dan nuansa sisi kultural  .


Rekomendasi: Siapa yang Harus Menontonnya?

Penggemar horor gore: Sangat direkomendasikan, kesan ngilu lebih dalam daripada rata-rata horor nasional.

Suka horor dengan latar religius: Hindari jika tidak suka dialog terlalu dogmatis.

Pencinta film drama keluarga dengan nuansa mistis: Bisa jadi menarik karena konflik keluarga kental.

Ingin pengalaman horor segar: Mungkin kurang, karena elemen jump scare dan premisnya cukup klise.


Sosok wanita kerasukan dengan ekspresi menyeramkan, mengenakan kain bertuliskan huruf Arab di tengah ruangan gelap bersama kitab terbuka.
kerasukan-sijjin-wanita.webp


BACA JUGA:review film the-truth-is-murky-2025

Kesimpulan

Sijjin (2023) adalah warisan adaptasi yang cukup layak, penuh atmosfer mencekam, makeup realistis, dan adegan gore menggigit. Namun, kelemahan utama ada di alur cerita yang tropikal dan kurang orisinal, serta musical/religious tone yang kadang lebih terasa seperti khutbah daripada storytelling.

Akting Niken Anjani sangat menonjol, layak diapresiasi. Efek visual dan makeup memperkuat kesan creepy. Sementara itu, sutradara Hadrah Daeng Ratu telah menunjukkan kematangan teknikal, meski eksekusi keseluruhan masih bisa ditingkatkan.

Bagi yang mencari horor Indonesia yang lebih “keras” secara visual, Sijjin patut dicoba—tapi jangan berharap percampuran cerita cemerlang ala Siccîn Turki.


Penutup Blog

Kami berharap ulasan mendalam ini membantu Anda memahami sejauh mana Sijjin (2023) layak jadi tontonan horor Indonesia. Apakah efek santet dan teror lima malam berhasil membuat bulu kuduk berdiri? Apakah obsesi cinta dan ritual hitam terasa dramatis atau dilebih-lebihkan? Mari diskusikan pendapat Anda di kolom komentar!

Jika Anda menonton film ini, ceritakan juga adegan mana yang paling menakutkan atau paling tidak efektif menurutmu. Stay tuned untuk rekomendasi horor lokal dan internasional berikutnya!

Selamat menonton, salam mencekam, dan… hati-hati dengan pantulan bayangan di sudut kamar 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review film Gowok: Kamasutra Jawa – Eksplorasi Cinta, Tradisi, dan Seksualitas dalam Budaya Jawa

Review Deadpool & Wolverine (2024): Kolaborasi Brutal dan Kocak Duo Antihero Marvel

Trilerr Fast X (2023) – Aksi Balas Dendam di Balik Keluarga Toretto